Jakarta – Aksi hacking untuk menyuarakan gagasan dan protes seperti yang dilakukan pada situs KPAI belakangan menjadi hal lumrah. Ini adalah bentuk lain berdemonstrasi di era digital.

Peneliti keamanan cyber Alfons Tanujaya mengatakan, aksi demonstrasi lewat cara digital dengan meretas situs dikenal dengan istilah hacktivism, yakni memanfaatkan teknologi untuk mengubah atau mempromosikan perubahan sosial.

Yang sering terjadi di Indonesia, kebanyakan memang belum sampai pada level hacktivism tinggi. Itu pun biasanya hanya melakukan deface alias mengubah tampilan website, tidak sampai merusak sistem atau mengacak-acak database.

“Kebanyakan cuma show off saja bisa meretas. Baru sedikit yang menggunakannya untuk menyuarakan protes atau memberikan pesan-pesan politik,” kata Alfons, dihubungi detikINET, Rabu (25/9/2019).

Diretasnya situs KPAI kembali mengingatkan publik pada sederet kejadian serupa. Berikut ini adalah rangkumannya.


Situs Kemendagri

Sebelum situs KPAI, beberapa hari lalu, tepatnya Minggu (22/9), situs Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi sasaran hacker. Halaman situs diubah tampilannya untuk menuliskan aspirasi terkait isu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikebiri.

Situs Telkomsel

Halaman website milik Telkomsel pernah direpotkan aksi hacker yang mengutak-atik dan menggantinya dengan tulisan berisi kalimat makian. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes mahalnya tarif internet Telkomsel.

Situs PN Negara

Pada 2017, situs resmi Pengadilan Negeri Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, di-deface dengan memunculkan foto Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pesan berbahasa Inggris tentang masa penahanannya selama 2 tahun. Aksi ini terkait vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap Ahok atas kasus penodaan agama.

Situs Tempo.co

Situs kantor berita Tempo juga pernah menjadi sasaran aksi peretasan hacker terkait isu politik pada 2017. Ikon utama di halaman depan Tempo.co diganti dengan foto pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab yang mengepalkan tangan. Tulisan ‘Bebaskan Ahok’ tertera di bagian bawah foto tersebut.

Situs SBMPTN

Di 2017 barangkali adalah tahun maraknya aksi deface situs terkait dengan situasi politik. Situs SBMPTN pun kena sasaran berkaitan dengan isu penahanan Ahok. Kalimat yang terpajang di situs yang beralamat di SBMPTN.ac.id ini hampir sama dengan deface yang dilakukan pada situs PN Negara yakni memprotes vonis 2 tahun yang dijatuhkan kepada Ahok atas kasus penistaan agama.

Sementara itu pantauan detikInet, hingga petang ini situs KPAI masih belum bisa dibuka. Namun halaman yang telah kena deface sudah tidak tampak lagi.

src:
https://inet.detik.com/security/d-4721977/selain-kpai-deretan-situs-ini-pernah-jadi-sasaran-aksi-hacking?tag_from=wp_nhl_judul_34&_ga=2.151648761.1359310417.1569247370-2014400901.1563940766